JAKARTA —
Kementerian Perhubungan menyatakan baru tiga maskapai nasional yang
mendapat rute penerbangan bekas Batavia Air, bagi maskapai lain yang
berminat syaratnya harus mau mengangkut gratis calon penumpang maskapai
yang setop operasi sejak 31 Januari 2013 itu.
Direktur Angkutan
Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko
Murjatmodjo mengatakan masih tiga maskapai yang mendapat rute bekas
Batavia Air, yakni Citilink Indonesia, Mandala Airlines, dan Travel
Express.
“Ketiga maskapai ini mendapat rute bekas Batavia Air
karena sudah terlebih dahulu menerbangkan calon penumpang Batavia secara
gratis. Kalau mereka tidak mau menerbangkan gratis, tidak akan dapat
rute,” kata Djoko kepada Bisnis.com, Rabu (6/2/2013).
Djoko
menambahkan bagi maskapai lain yang berminat mengambil rute bekas
Batavia Air dipersilahkan, asalkan maskapai itu mau mengangkut secara
gratis calon penumpang Batavia yang terlanjur membeli tiket. Menurutnya,
memang ada maskapai lain yang sudah datang untuk meminta rute bekas
Batavia Air, yakni Indonesia Air Asia. Namun maskapai ini masih
menimbang-nimbang rute yang tersisa apakah bisa diterbangi yang
disesuaikan dengan jumlah pesawatnya.
Djoko menjelaskan hingga
kini sudah 25 rute bekas Batavia Air yang sudah dibagikan kepada
Citilink Indonesia, Mandala Airlines, dan Travel Express. Adapun total
rute sebanyak 64 rute domestik dan internasional. “Dari 25 rute itu,
empat rute diantaranya masih dalam proses untuk Citilink, yakni rute
Jakarta-Bengkulu, Jakarta-Malang, Jakarta-Jambi, dan
Jakarta-Balikpapan,” kata Djoko.
Djoko menjelaskan Citilink
mendapat 11 rute plus 4 rute yang masih proses, selanjutnya Mandala
Airlines mendapat enam rute dan Travel Express mendapatkan empat rute.
Keempat rute yang masih diajukan Citilink ini, untuk Jakarta-Bengkulu,
baru diajukan per 5 Februari 2013, untuk Jakarta-Malang masih proses
dengan frekuensi tujuh kali seminggu. Menurutnya, 64 rute bekas Batavia
Air itu termasuk 22 rute yang sempat ditutup, karena hingga setop
operasi, Batavia Air hanya meninggalkan 42 rute domestik dan 6 rute
internasional.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian
Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan saat ini dipersiapkan
administrasi perizinan untuk Citilink. Untuk jadwal baru ex Batavia,
akan dilayani Citilink paling lama 2 minggu untuk persiapan operasional.
“Manajamen Citilink menyatakan mulai melayani penumpang ex Batavia
mulai Selasa, 5 Februari 2013 di rute-rute yang selama dilayani
Citilink. Travel Express mulai melayani penumpang ex Batavia mulai
Senen, 4 Februari 2013 untuk rute Jakarta-Tanjung Karang dua kali sehari
dan Pontianak-Yogyakarta dua kali sehari,” katanya.
Dia
menjelaskan pemberian izin rute mempertimbangkan supply (pasokan) dan
demand (permintaan). Bila satu rute ex Batavia sudah diizinkan kepada
satu maskapai, tidak akan diserahkan kepada yang lain. Contoh, rute
Jakarta-Pekanbaru, bekas Batavia, sudah diserahkan kepada Mandala, maka
saat Travel Express mengajukan permohonan tidak dikabulkan. “Prinsipnya
tidak ada penambahan slot time hanya pengalihan . Jadi keseimbangan
tetap terjaga.”
Menurut Bambang, rute adalah resources yang
terbuka, diberikan berdasarkan pertimbangan supply and demand.
Pengalihan tidak ada masalah. Bila ada rute baru yang ditawarkan terbuka
untuk semua, sekali sudah ada yang menawar lebih dahulu, maka dia
mendapat keistimewaan (atau dikenal dengan virigin route) sesuai
Keputusan Menteri Perhubungan No.25.
“Rute yang dilayani Batavia
Air adalah rute yang sudah tumbuh dan matang, sehingga secara jangka
pendek pun sudah menjanjikan. Maskapai pasti sudah memperhitungkan.
Diperkirakan biaya tersebut lebih kecil dibandingkan biaya untuk memulai
rute baru, yang memerlukan sekitar 6-12 bulan untuk tumbuh, semua
maskapai pasti sudah saling intip load factor kompetitor,” tuturnya.
Presiden
Direktur Mandala Airlines Paul Rombeek mengatakan pihaknya membantu
1.418 penumpang Batavia melakukan booking ulang di empat rute yang
ditawarkan, terhitung sejak 1 Februari 2013.
“Dalam kurun waktu
tiga hari, Mandala telah menerbangkan 348 penumpang Batavia dan sejumlah
penumpang lainnya telah dijadwalkan untuk terbang hingga akhir April
nanti,” kata Rombeek.
Dia menjelaskan sampai dengan Senin, 4
Februari 2013, Mandala telah menerima 1.518 email dari penumpang seputar
penjelasan informasi terkait booking ulang dan permintaan booking
ulang. Mandala juga telah mengoperasikan penerbangan ke Pekanbaru untuk
melayani kebutuhan para penumpang yang terkena dampak.
Rute-rute bekas Batavia yang diambil alih tiga maskapai
Citilink, 11 rute dan 4 rute masih proses
1. Surabaya-Lombok (pergi-pulang/PP)
2. Jakarta-Batam (PP)
3. Makasar-Jakarta
4. Jakarta-Denpasar (PP)
5. Jakarta-Semarang (PP)
6. Jakarta-Yogyakarta (PP)
7. Jakarta-Pangkal Pinang (PP)
8. Jakarta-Tanjung Pandan (PP)
9. Surabaya-Palu (PP)
10. Kupang-Surabaya (PP)
11.Jakarta-Kupang (PP)
Empat yang masih proses:
1. Jakarta-Bengkulu
2. Jakarta-Malang
3. Jakarta-Jambi
4. Jakarta-Balikpapan
Mandala Airlines, enam rute
1. Jakarta-Pekanbaru (PP)
2. Jakarta-Padang (PP)
3. Jakarta-Surabaya (PP)
4. Jakarta-Singapura (PP)
5. Jakarta-Pontianak (PP)
6. Jakarta-Batam (PP)
Travel Express, empat rute
1. Yogyakarta-Pontianak (PP)
2. Jakarta-Tanjung Karang (PP)
3. Pontianak-Batam (PP)
4. Batam-Tanjung Karang (PP)
Sumber: Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Februari 2013

No comments:
Post a Comment